March 31, 2020

DPR Kurang Mengutamakan Rakyat Dalam Tes Covid-19

DPR Kurang Mengutamakan Rakyat Dalam Tes Covid-19

Nocarbonbudget.info – Dalam menjalankan tes Covid-19, anggota DPR & keluarga lebih mengutamakan diri mereka sendiri dari pada rakyatnya. Pendahuluan terhadap anggota tentu dinilai kurang mengutamakan rakyat dan menyakiti perasaan rakyat.

Mungkin pihak DPR tidak terlalu peka dan tidak melihat dengan mata terbuka, karena pihak DPR sendiri lebih mengutamakan diri mereka sendiri ketimbang masyarakat indonesia. Pendiri dari Ekonom INDEF, Didik J Rachbini tidak habis pikir dengan cara berpikir anggota DPR yang sangat tega terhadap rakyat.

“Tentu sangat tidak wajar jika pemimpin serta anggota dewan sempat melukai perasaan rakyatnya, apalagi pada saat ini rakyat sanat membutuhkan pertolongan utama. Menurut masyarakat hal ini sebenarnya bukanlah sebuah permintaan yang berlebihan, dimana tidak membutuhkan fasilitas yang besar, tidak memperlukan modal banyak, namun pelajaran modal sangatlah penting” Kutip Bapak Didik J Rachbini dalam pernyataannya.

Pihak DPR seharusnya memberikan pelayanan yang profesional kepada semua masyarakat, bukanlah diam membisu tanpa melancarkan apapun. Pihak DPR sama sekali tidak mempertimbangkan akibat yang terjadi kepada masyarakatnya, DPR juga tidak buka suara terhadap Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Tindakan yang dilakukan oleh pihak DPR tentu sudah melanggar kode etika politik, yang tentunya bisa dipandang tidak bermoral dan tidak terhormat.” Ujar Didik J Rachbini.

Menurut didik terdapat hal yang tidak patut saat aspek nilai teknis dalam publikasi, yaitu kelemahan dari humas DPR, kenaifan dari humas DPR, sekjen DPR & anggotanya. Tentu pihak DPR juga mendapat nilai buruk dari masyarakat.

Bapak Didik J Rachbini

“Pihak DPR sebenarnya bukanlah pegawai yang bermutu dan wajib dibuburkan, jika terus-terusan melakukan kenaifan, bahkan dianggap sebagai profesi profesional yang dibayar. Jadi pihak rakyat harus mempublikasikan hal ini, agar semua bisa berjalan secara lancar.

Ketidakpercayaan pun timbul pada masyarakat, karena pihak DPR tidak mendahulukan rakyatnya. Melainkan pihak DPR lebih mendahulukan anggota dan keluarga dalam program tes Corona. Hal ini dituntut sebagai pemuci ketidakpercayaan tersebut, dan harus segera ditindak dan dibatalkan.

Ujar Didik “Sebaiknya para anggota yang masih memiliki hati nurani tidak mengikuti program tersebut, Karena sebenarnya harus ada inisiatif keluarga saja dan tidak perlu dipertontonkan fasilitas istimewa yang diberikan kepada wakil rakyat, bahkan ketika suasana sedang berduka.

Solusi yang seharusnya dilakukan oleh pihak dewan rakyak adalah meluluhkan hati mereka terlebih dahulu. Karena hati masyarakat telah terluka akibat hal ini, oleh karena itu pihak DPR haruslah mengalokasikan anggaran lebih kepada seluruhm asyarakat. Sehingga terciptanya keseimbangan antara pihak DPT dengan masyarakat yang berjuang untuk Corona.

Memperlihatkan hal istimewa kepada masyarakat, tentu akan menjadi titik blunder pihak DPR itu sendiri. Dimana pihak DPR akan mendapat cibiran dan nilai yang sangat tidak bermoral dimata masyarakat. Apalagi tidak ada suara  yang diutamakan terhadap wewenang kuat pihak DPR, melainkan menjalankan kepentingan pribadi dengan wewenang mereka.

Pada pekan ini diberitakan bahwa akan dilaksanakan tes virus Corona, namun tes tersebut hanya dilakukan kepada pihak DPR di Kalibata &  Ulujami, Jakarta Selatan. Tes ini akan dilakukan secara bergiliran dalam pekan ini, mencakup kompels rumah dinas anggota DPR.

“Terdapat 575 anggota Dewa yang berpartisipasi dalam tes ini, dimana jika dikalikan 4 saja sudah terdapat 2.000 personil yang keseluruhannya dapat membantu masyarakat barangkali.” Ujar Sekjen DPR Indra Iskandar kepada para wartawan.