December 1, 2020

Raih 11 Poin Dari 8 Pertandingan, Fans Barcelona Bully Messi & Koeman

Raih 11 Poin Dari 8 Pertandingan, Fans Barcelona Bully Messi & Koeman

Barcelona – Hasil buruk kembali diperoleh Barcelona saat laga tandang melawan Atletico Madrid pada lanjutan Liga Spanyol dini hari tadi. Menjamu Barcelona, Atletico Madrid lebih sering sering mengalami tekanan. Hal ini bisa dilihat dari ball posession yang jauh lebih sering dikuasai oleh Barcelona. Hanya saja, counter attack yang dilancarkan oleh Atletico tampak lebih efektif dibanding dengan serangan demi serangan yang dibangun oleh Messi dkk. Hasilnya di masa injury time babak pertama, memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Marc-Andre ter Stegen yamg terlalu maju hingga luar kotak pinalti, Yannick Carrasco mampu mengecohnya dan menjebol gawang Barcelona.

Serangan demi serangan yang dibangun Blaugrana selalu kandas oleh kedisiplinan lini pertahanan Atletico Madrid. Demi menahan serangan yang selalu dilancarkan tim asuhan Ronald Koeman ini, banyak dari pemain Atletico Madrid yang terpaksa mendapatkan kartu kuning. Koke, Yannick Carrasco, Stefan Savic dan Jose Gimenez menjadi pemain yang mendapat kartu kuning. Dalam laga kali ini pula Gerrard Pique terpaksa harus keluar sebelum pertandingan usai karena cidera akibat kontak dengan Angel Correa. Tak hanya Pique, Sergi Roberto pun juga mengalami cedera pada laga ini. Tentunya hal tersebut sangat merugikan Barcelona untuk beberapa laga ke depan. Apalagi pada lanjutan Liga Champions nanti, Barcelona harus berhadapan dengan tim kuat, Juventus. Pemulihan cedera Pique diprediksi enam hingga delapan bulan. Hal ini membuat titik tengah pertahanan Barcelona semakin rapuh.

Setelah laga ini, Atletico Madrid bertengger di peringkat kedua di klasemen sementara La Liga, hanya terpaut pada selisih gol oleh Real Sociedad sebagai pemuncak klasemen. Berbeda dengan Barcelona yang semakin terpuruk ke posisi sebelas klasemen sementara. Barcelona hanya mampu mengemas sebelas poin dari 8 pertandingan. Tentunya ini adalah start terburuk sejak Barcelona di musim tahun 1991. Hal ini membuat Messi dan Koeman menjadi sasaran bully-an para fans Blaugrana di media sosial.

Dengan hasil yang sangat tidak memuaskan, seruan untuk memecat Ronald Koeman. Karena di mata para fans Blaugrana dan mata pengamat bola, apa yang dilakukan oleh Ronald Koeman tidak jelas. Taktik permainan Barcelona benar-benar tidak jelas dan tidak tahu akan dibawa ke arah mana. Tentunya hal ini yang dinilai menjadi penyebab tren buruk Barcelona sejak dimulainya musim 2020. Begitu juga dengan Messi. Banyaknya berita miring yang menerpa La Pulga belakangan ini baik dengan manajemen dan sesama pemain juag dinilai sebagai pemicu buruknya performa La Pulga di musim ini.